Rabu, 01 Mei 2019

Kuota Tambahan 10.000 Jamaah Haji Diprioritaskan untuk Lansia dan Pendamping

08.33 0

Info Haji – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyebut tambahan kuota 10.000 jamaah untuk Indonesia, akan dikhususkan bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan pendamping haji.

Hal itu disampaikan Menag di sela-sela rapat koordinasi antara Menteri Agama bersama Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani di Mekah, Arab Saudi.

“Kebijakan tambahan kuota 10.000 dikhususkan untuk lansia dan pendamping,” terang Menag pada Selasa (30/4).

“Kita tetap fokus pada layanan, walaupun ada penambahan kuota 10.000. Ini penting agar tidak terjadi penurunan kualitas layanan kepada jemaah,” lanjutnya.

Menurut Menag, rapat menyepakati bahwa penempatan jemaah yang masuk dalam kuota tambahan tetap mengacu pada sistem zonasi di Makkah, dimana penempatan jemaah dikelompokkan zonasinya berdasarkan embarkasi. Ada tujuh zona, yaitu:

Syisyah: Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG), dan Makassar (UPG)
Raudhah: Embarkasi Palembang (PLM) dan Jakarta – Pondok Gede (JKG)
Misfalah: Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS)
Jarwal: Embarkasi Solo (SOC)
Mahbas Jin: Embarkasi Surabaya (SUB)
Rei Bakhsy: Embarkasi Banjarmasin dan Balikpapan
Aziziah: Embarkasi Lombok (LOP)
“Layanan katering dan transportasi bus shalawat di Makkah juga mengacu pada ketetapan awal, hanya jumlahnya disesuaikan dengan adanya penambahan kuota,” tutur Menag.

Sementara Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar menambahkan, sampai saat ini persiapan layanan di Makkah sudah hampir final, baik akomodasi, katering, maupun transportasi.

“Total layanan di Makkah sudah 95% siap, termasuk dengan kuota tambahan. Untuk layanan di Madinah, masih proses akhir untuk yang penambahan kuota,” terang Nizar.

Sumber : http://www.jurnas.com

Jumat, 26 April 2019

Kemenkes : Hindari MERS, Jamaah Haji Diimbau Tidak Selfie Bareng Unta

08.10 0

Info Haji - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau calon jamaah haji (calhaj) saat berada di Arab Saudi untuk mengindari kontak langsung dengan unta termasuk melakukan "selfie" atau swafoto di dekat hewan khas padang pasir tersebut.

“Hindari kontak langsung dengan unta seperti foto bersama unta atau minum susu unta langsung di peternakan,” kata Kasubdit Fasilitas Pelayanan Kesehatan Haji Kemenkes dr. Edi Supriyatna MKK saat memberikan materi dalam Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440H/2019M di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019).

Edi yang tahun ini bertugas sebagai Kasie Kesehatan PPIH Madinah itu mengatakan kontak langsung dengan hewan termasuk unta menjadi salah satu faktor risiko yang bisa menjadi pemicu gangguan kesehatan bagi jemaah haji.

Imbauan untuk tidak mendekati unta itu sejatinya sudah disampaikan sejak beberapa tahun lalu terkait dengan penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau Sindrom Pernapasan Timur Tengah yang teridentifikasi pertama kali merebak di Arab Saudi pada 2012.

Kementerian Haji Arab Saudi juga mengingatkan jamaah untuk mewaspadai penyakit mematikan itu. WHO bahkan dalam situsnya menjelaskan, MERS adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh coronavirus (CoV) yakni keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Gejala khas MERS meliputi demam, batuk, dan sesak napas, pneumonia sering terjadi, tapi tidak selalu hadir, hingga gejala gastrointestinal, termasuk diare, juga telah dilaporkan.

Selain itu, Edi juga mengimbau jemaah haji untuk selalu menjaga kesehatan dengan selalu makan makanan yang bergizi, menggunakan payung saat berada di luar pondokan, rutin menyemprotkan air ke wajah dan bagian tubuh lain yang terbuka, dan sering minum air putih. “Gunakan masker dan gunakan alas kaki jika berada di luar ruangan,” katanya.

Sumber : republika

Rabu, 24 April 2019

Pasangan Suami Istri Asrofi dan Mutiatun Berhaji dari Hasil Buruh Tandur Padi

08.00 0

Info Haji - Suasana Asrama Haji Sukolilo Surabaya tampak ramai. Waktu itu, ada tiga kelompok terbang (kloter) asal embarkasi surabaya yang masih tinggal, yakni kloter tiga, empat, dan lima. Kloter satu, sudah lebih dulu dilepas keberangkatannya oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Selang beberapa jam, kloter kedua juga diberangkatkan menuju Bandara Internasional Juanda untuk diterbangkan ke Tanah Suci.

Hampir di tiap sudut asrama berkapasitas 3.000 orang ini, dapat ditemui calon jamaah haji yang tengah menanti waktu keberangkatan mereka. Binar bahagia dan kerinduan memenuhi panggilan Ilahi pun tampak terpancar dari wajah mereka.

Tak terkecuali yang dirasakan oleh Asrofi (70 tahun) dan sang istri Mutiatun (65), jamaah haji Kloter lima Embarkasi Surabaya (SUB 05). Ditemui di teras salah satu gedung penginapan Asrama Haji Sukolilo, pasangan suami istri ini berkisah tentang rasa bahagiaannya. Mendapat kesempatan berangkat haji, ibarat panen raya bagi pasangan buruh tani asal Banyuwangi ini.

“Alhamdulillah... wong ndak pernah mengira bisa berangkat haji. Kami hanya berusaha,” tutur Mutiatun sambil menyeka air mata dengan tangan rentanya. Sesaat kemudian, ia tampak menerawang, mengingat kembali perjuangan panjangnya bersama suami untuk dapat mendaftar haji.

Biaya haji yang berada pada kisaran puluhan juta, dirasa amat berat bagi mereka yang hanya bekerja sebagai buruh tani dan memelihara kambing. Apalagi, Asrofi hanya buruh tanam padi bagi para pemilik sawah di desanya. Sementara Mutiatun, lebih banyak tinggal di rumah untuk merawat anak-anak mereka. Sesekali saja ia membantu suami menjadi buruh tandur.

“Ya memang sejak awal nikah pekerjaannya ya buruh tani. Nah sekarang Bapake agak bungkuk, karena ya nunduk terus nandur di sawah,” kata Mbah Mutiatun sambil menatap lelaki tua yang telah menikahinya sejak 1974 tersebut dengan mata berkaca-kaca.

Senyum tipis pun tampak tersungging di wajah lelaki tua itu. Seperti sang istri, matanya pun berkaca-kaca saat menuturkan awal mula ia berniat pergi haji. “Penghasilan buruh tani kan tidak tentu. Tapi saat tahun 1993, saya mulai niat untuk bisa pergi haji,” ujarnya lirih.

Menurut Asrofi, pergi haji ke Tanah Suci adalah kewajiban tiap muslim. Maka, untuk mencapainya tetap harus diusahakan. “Waktu itu ya berat. Apalagi kami harus menghidupi empat orang anak. Masih ada yang sekolah, masih ada yang di pondok pesantren Mambaul Ulum, Mbarasan, Banyuwangi,” ujar Mutiatun menambahkan.

Meski hidup dengan kondisi ekonomi terbatas, pasangan Asrofi dan Mutiatun berprinsip bahwa agama itu utama. Sehingga, meski kondisi serba terbatas, keduanya pun tetap berikhtiar memenuhi rukun Islam yang kelima. Mereka sisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung.

Sejak 1993, mereka mulai menabung, bukan di bank, atau lembaga penyimpanan resmi, melainkan di bumbung bambu yang mereka buat sendiri. “Ya nabungnya di rumah, ditaruh di bumbung bambu, dilubangi, kemudian uangnya ditaruh di situ,” cerita Asrofi.

Penghasilan yang mereka dapat tak pernah besar. Menjadi buruh tandur pada masa itu, ia dan suami hanya dibayar Rp 30 ribu per hari. Perlahan dari upah buruh tandur tersebut, mereka berdua berhasil memperoleh sebidang tanah seluas seperempat bau (sekitar 1.750 m2) yang sesekali ditanam kedelai atau padi.

Kalau sedang beruntung, mereka bisa memanen, yang artinya ada tambahan penghasilan bagi keluarga ini. Untuk sekali musim panen, mereka mendapat penghasilan sekitar empat juta rupiah. “Itu tiga bulan sekali, dan masih kotor,” kata Asrofi.

Lagi-lagi, penghasilan tersebut seringkali tak mencukupi kebutuhan keluarga dengan empat orang anak. Tapi toh hal ini tak menyurutkan niat keduanya. Impian mereka adalah, mampu pergi ke Tanah Suci. Maka bumbung-bumbung bambu itu perlahan mereka isi. Meski mereka tak pernah tahu kapan akan mencukupi untuk mendaftar haji. “Uangnya juga sudah ndak bagus lagi,” ujar Mutiatun.

Atas izin Allah, kerja keras mereka berbuah manis. Setelah kurang lebih 17 tahun menabung, pasangan ini mendaftar haji pada 2010. “Uangnya ya gak cukup dari yang ditabung, itu dibantu oleh anak pertama saya yang saat itu sudah bekerja di Riau,” kata Asrofi.

Dengan berurai air mata, Mutiatun mengaku bahagia karena Allah mengabulkan impian mereka berdua lewat anak sholeh yang dititipkan pada keduanya. “Alhamdulillah... anak saya yang kedua pun sekarang masih di pondok. Membantu romo kyai mengajar juga...” tutur Mutiatun.

Sementara dua anak lainnya pun menurut penuturan pasangan ini memilih untuk bekerja selepas menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren. Betul-betul panen raya yang dirasakan oleh kedua orang tua ini. Allah memampukan mereka berangkat ke Tanah Suci berkat ikhtiar yang telah mereka lakukan. Keberangkatan keduanya ke Tanah Suci pun diiringi doa dari anak-anak sholeh yang mereka bekali ilmu agama.

Sumber : kemenag.go.id

Senin, 15 Oktober 2018

Rajin Nabung Rp 35 Ribu, Driver Ojek Online Berangkat Umroh

05.44 0

Jakarta - Banyak nabung banyak untung. Mungkin itu yang dirasa oleh para driver ojek online ini yang bisa menunaikan ibadah umroh dengan biayanya sendiri.

Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Peribahasa tersebut rasanya cocok dialamatkan kepada sejumlah driver ojek online ini yang bisa berangkat umroh walau menabung dengan nominal yang tidak begitu besar.

Adalah empat mitra driver Go-Jek, masing-masing bernama Priyadi Ilham, Nurhakim, Risfar Annurofiq, dan Wasdani, pengemudi ojek online yang dimaksud. Usut punya usut, mereka bisa pergi ke Tanah Suci setelah mengikuti program tabungan umroh yang disediakan startup unicorn tersebut.

Para mitra driver tersebut mengaku sangat bersyukur akhirnya berkesempatan untuk menunaikan 'haji kecil'. Salah satunya adalah Risfar, driver yang telah bergabung sejak 2015. Dia mengaku mulai menabung selama kurang lebih dua tahun untuk bisa pergi ke Tanah Suci.

"Saya senang sekali akhirnya apa yang saya impikan sejak dulu bisa terlaksana. Dulu awalnya saya mau ke Kantor GO-JEK ambil masker, kemudian sekalian liat booth BNI yang ada di sana karena ingin sekali umroh akhirnya saya daftar. Alhamdulillah dengan Rp 35.000 tiap hari selama dua tahun,
saya bisa umroh," katanya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Priyadi Ilham. Pria yang akrab disapa Pakde Priyadi ini tak sungkan 'narik' dari pagi sampai larut malam untuk mencapai target tabungan per hari.

"Tidak terasa, tahu-tahu tiap hari saya sudah menabung untuk umroh dan potongan per hari-nya juga tidak terasa karena sangat terjangkau," tuturnya dalam informasi yang diterima detikINET, Minggu (10/7/2018).

Untuk diketahui, ini adalah program kerja sama antara Go-Jek Swadaya dengan BNI Syariah. Nantinya, para mitra driver akan berada di Mekkah selama lima malam dan tiga malam di Madinah.

"Untuk mengikuti program tabungan ini, mitra driver cukup mendaftarkan lewat aplikasi. Impian Driver untuk beribadah umroh bisa terwujud dengan membayar mulai dari Rp25.000/hari yang akan langsung didebit dari akun Go-Jek
mereka," kata VP Drivers Community Go-Jek Jaka Wiradisuria.

Sumber: https://m.detik.com

Jumat, 06 April 2018

Youtubers Bisa Naik Haji Gratis Dari Kemenag Bermodalkan Vlog, Tertarik? Begini Caranya

16.58 0


Info Haji - Banyak warga Indonesia beragama Islam mendamdakan bisa melaksanakan ibadah haji yang merupakan kewajiban bagi umat Islam.

Namun kendala biaya menjadi persoalan utama bagi sebagian dari mereka. Namun, kini ada kesempatan yang terbuka khususnya bagi generasi milenial untuk bisa berangkat haji hanya bermodalkan kemampuan membuat vlog.

Pasalnya, kementerian Agama kini meluncurkan sebuah program bagi YouTuber atau vlogger yang ingin naik haji. Tahun ini Kemenag bakal melakukan inovasi baru dengan membentuk petugas haji di tim Media Center Haji (MCH) yang terdiri dari jurnalis, humas Kemenag, dan YouTuber.

"Tahun sekarang kami lebih spesifik karena ada tiga kategori petugas haji yang kami umumkan, yakni untuk jurnalis, humas, dan YouTuber. Spesifik di YouTuber karena belum ada dan kami juga masih lemah untuk mempromosikan kerja-kerja Kemenag. Kami ingin YouTuber ini, selain dampak di internal Kemenag, akan ada perkembangan khususnya di media sosial. Selain itu, kabar haji juga harapannya lebih banyak diminati lebih luas melalui kawan-kawan YouTuber," ujar Kepala Biro Humas, Data, dan Haji Mastuki, Jumat (6/4/2018), mengutip detikcom.

Namun ada kriteria khusus bagi YouTuber atau vlogger yang akan dipilih oleh Kemenag menjadi petugas haji. Mereka yang terpilih haruslah aktif di YouTube serta karya video yang ditayangkan telah 2 juta kali ditonton setiap bulannya. Hanya ada satu vlogger terpilih yang akan menjadi petugas haji selama dua bulan.

"Persyaratannya beragama Islam dan belum pernah berhaji, memiliki channel YouTube pribadi dengan subscriber minimal 50 ribu dan 2 juta penonton dalam satu bulan. Channel YouTube-nya bertema sosial, pendidikan, keagamaan, dan memiliki reputasi baik," jelas Mastuki.

Nantinya, Vlogger yang terpilih akan membuat konten video sesuai dengan konten yang didiskusikan bersama Kemenag. sambil berkesempatan untuk melaksanakan ibadah haji di tanah suci.

Berikut ini persyaratannya:

1. Fotokopi KTP
2. Fotokopi ijazah terakhir
3. Surat keterangan catatan kepolisian
4. Surat keterangan sehat dari dokter pemerintah
5. Surat keterangan bebas narkoba
6. Rencana kerja pemberitaan selama di Arab Saudi
7. Surat izin dari suami, surat bermeterai (bagi perempuan yang bersuami)
8. Surat pernyataan bersedia melaksanakan tugas secara penuh di Arab Saudi sesuai ketetapan Kemenag

Dokumen ditujukan kepada Kepala Biro Humas Data dan Informasi Sekjen Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat. Pendaftaran mulai 4-10 April 2018.

http://www.caramudahkebaitullah.com/2012/01/peluang-usaha-travel-haji-plus-dan.html

Wujudkan Niat Anda Ke Baitullah 
Dengan 3 Cara Mudah S.H.U.P.E.R System
Insya Allah Impian Anda Dan Keluarga Menunaikan Ibadah Haji & Umrah 
Terwujud Lebih Cepat, Mudah Dan Tanpa Kendala Biaya

Apakah Anda Mengalami Hal Ini ?
  • Ingin sekali Umroh dan Haji tapi belum ada biaya.
  • Ibadah rutin dan rajin tetapi Rezeki tak kunjung datang
  • Usaha sudah maksimal tapi belum menghasilkan
  • Penghasilan hanya pas untuk kehidupan sehari hari
  • Mau punya penghasilan tambahan tetapi bingung memilih usaha yg cocok
  • Ingin mengumrohkan orang tua tetapi belum mampu
  • Ingin Haji tapi waktu tunggunya lama sementara Haji Plus harganya mahal
  • Sumber penghasilan hanya punya satu

Jika Salah Satu Atau Beberapa Kondisi Di Atas Sedang Anda Alami, Maka Artinya Anda Beruntung Membaca Peluang Ini !! 
Berikut 3 Cara Mudah Ke Baitullah Dengan S.H.U.P.E.R System

http://www.caramudahkebaitullah.com/2012/01/peluang-usaha-travel-haji-plus-dan.html

Informasi Lengkap Silahkan Menghubungi:
Ibu Nur Anisah S.H., M.S.i
Hp/Wa: 081332998866, 085852685353, 087851803366