Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Syaikh Abdul Aziz Al-Syaibi Penjaga Kunci Ka'bah Wafat Pada Usia 82 Tahun. Mari sampaikan doa untuknya.

Pemegang kunci Ka’bah, Syaikh Abdul Qadir Thaha Asy-Syaibi, meninggal dunia hari Kamis (23/10/2014) kemarin. Beliau meninggal setelah berjuang selama lima bulan melawan penyakit kanker.

Syaikh Abdul Qadir menerima tugas sebagai pemegang kunci Ka’bah pada bulan November 2010, menggantikan pendahulunya, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah As-Syaibi.

Dalam istilah Islam, pemegang kunci Ka’bah dinamakan Sadin. Dialah penanggung jawab utama dalam segala hal yang terkait dengan Ka’bah. Mulai dari membuka-menutupnya, mengizinkan masuk orang-orang tertentu, mengganti kiswah (penutup) Ka’abh, memberi wangi-wangian, dan sebagainya.

Tugas memegang kunci Ka’bah ini memang menjadi hak keluarga besar Asy-Syaibi sejak zaman Rasulullah saw. Beliaulah yang menugaskan hal tersebut saat menaklukkan kota Makkah. Tugas ini, menurut Rasulllah saw., akan mereka pegang hingga Hari Kiamat.

Keluarga Al-Syaibi telah memegang posisi penjaga kunci Ka’bah sejak zaman Jahiliyah (masa pra-Islam). Jabatan ini diwariskan oleh anggota tertua dari keluarga dan tidak diberikan dari ayah ke anak. Umur merupakan landasan untuk mendapatkan warisan sebagai penjaga kunci Ka’bah.

Semua penguasa Muslim menghormati keluarga Al-Syaibi yang menjadi penjaga Ka’bah Suci dan kuncinya. Keluarga penjaga saat ini terhubung dengan Utsman bin Syaiba Abithalha yang hidup pada masa Nabi Muhammad (saw).

Keluarga Al-Syaibi telah memegang posisi sejak masa Qusay bin Kilab yang hidup sebelum Nabi Muhammad (saw). Raja Faisal memberikan kunci Ka’bah kepada Syaikh Amin, saudara Abdulaziz Al-Syaibi. Syaikh Abdulaziz Al-Syaibi telah menjaga kunci Ka’bah selama 16 tahun terakhir. Sedangkan keluarga Al-Syaibi telah melayani sebagai penjaga Ka’bah suci selama 15 abad terakhir. Ada 370 anggota keluarga Al-Syaibi dan sebagian besar dari mereka tinggal di Mekkah.

Ka’bah dibersihkan dua kali dalam setahun, sekali dalam pertengahan bulan Sya’ban dan yang kedua di tengah bulan Dzul Qaadah menggunakan air Zamzam yang dicampur dengan air mawar dan parfum dengan Oud.

Menurut Abdulaziz, Ka’bah tetap terbuka tiga kali dalam sebulan bagi masyarakat untuk masuk dan berdoa di dalamnya. Tetapi ketika jumlah orang yang ingin memasuki bangunan suci tersebut meningkat, Ka’bah kembali ditutup.

Kunci Ka’bah tidak berubah dengan perubahan pintu. Selama masa Raja Khalid, pintu telah diubah tetapi kuncinya tetap tidak berubah. Pintu Ka’bah selebar 2,40 meter dan tinggi 1,70 meter.Pintu ini terbuat dari emas murni.

Sumber: www.dakwatuna.com, www.eramuslim.com

About the Author

Nur Anisah Majid S.H., M.Si
Kantor Perwakilan Arminareka Perdana. Jl. Semolowaru Elok AL 2 Surabaya. Telp: SIMPATI: 081-332-99-88-66 (WA), XL: 0878-5180-3366, INDOSAT: 08585-268-5353, PIN BB: NurAnisa, Email: arminarekacabang@gmail.com !

Related Posts

0 komentar