DI DUNIA ini terdapat dua daerah yang mendapat sebutan khusus berupa Tanah Haram, yaitu kota Makkah dan Madinah. Tak ada wilayah Tanah Haram selain kedua tempat tersebut. Makkah adalah kota kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Di dalamnya terdapat bangunan Masjidil Haram dan Ka’bah, kiblat seluruh umat Islam di dunia.

Sedang Madinah sebagai tempat wafat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Ia sekaligus pusat peradaban Islam yang dibangun oleh Nabi SAW setelah hijrah dari kota Makkah. Khusus untuk penyebutan Tanah Haram Makkah, ia memiliki banyak nama dan julukan dalam ayat al-Qur’an. Sedang dalam literatur bahasa Arab, ketika ada sesuatu yang memiliki ragam nama dalam penyebutan, niscaya hal itu menunjukkan keistimewaan dan kemuliaan sesuatu tersebut.

Berikut ini beberapa nama lain dari tanah yang diharamkan sekaligus disucikan langsung oleh Allah Ta’ala tersebut:

1. MAKKAH

Inilah nama yang paling masyhur di kalangan umat Islam. Allah SWT berfirman;


Wa huwallazi kaffa aydiyahum ankum wa aydiyakum anhum bi batni MAKKATA min ba’di an azfarakum alayhim wa kanallahu bi ma ta’maluna basiran

“Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makkah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS: AL-FATH [48]: 24)

Tanah Haram disebut sebagai Makkah, sebab Makkah secara bahasa berasal dari kata ‘makka-yamukku’ yang bermakna mengeluarkan isi otak dari kerangka kepala manusia. Secara historis, dengan iklim dan keadaan alam yang sangat sulit, penduduk kota Makkah dahulu harus berjuang keras untuk bisa survive dalam penghidupan yang sulit. Dalam riwayat lain, Tanah Haram disebut Makkah sebab ia akan mengeluarkan dan menghancurkan siapa saja yang berbuat dzhalim di dalamnya.

2. BAKKAH

Firman Allah SWT:


Inna awwala baytin wudia lin nasi lallazi bi BAKKATA mubarakan wa hudan lil alamin

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS: ALI IMRAN [3]: 96).

Imam Mujahid, mufassir dari kalangan Tabi’in menjelaskan, Bakkah adalah nama lain kota Makkah. Senada, ad-Dhahhak menambahkan, Bakkah berasal dari turunan kata al-bakku yaitu sesak atau ramai. Ia disebut demikian karena jumlah manusia yang meruah ke Tanah Haram untuk beribadah dan thawaf mengelilingi Ka’bah.

Dalam riwayat lain, Bakkah bermakna menghancurkan tulang belakang. Sebab keberadaan Tanah Haram menjadi jaminan bagi siapa saja yang menentang di dalamnya niscaya akan terusir keluar dari wilayah kota Makkah atau mengalami kehancuran dengan sendirinya akibat perbuatan dzhalim tersebut.

3. UMM AL-QURA

Allah SWT berfirman:


Wa kazalika awhayna ilayka kur’anan arabiyyan li tunzira UMMAL KURA wa man hawlaha wa tunzira yawmal jam’i la rayba fih(fihi), farikun fil jannati wa farikun fis sair 

“Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada Umm al-Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.” (QS: ASY-SYURA [42]: 7).


Wa haza kitabun anzalnahu mubarakun musaddıkullazi bayna yadayhi wa li tunzira UMMAL KURA wa man hawlaha, wallazina yu’minuna bil ahirati yu’minuna bihi wa hum ala salatihim yuhafizun (yuhafizuna).

Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. [QS. AL ANAM 6:92]

Ibnu Katsir menjelaskan, Makkah disebut Umm al-Qura sebab ia adalah kota yang paling mulia di seluruh dunia dan paling dicintai oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abdullah bin Adi az-Zuhri, ia menceritakan: Suatu hari di tengah pasar kota Makkah, Nabi bersabda, “Demi Allah! Engkau (Makkah) adalah sebaik-baik bumi Allah, tanah yang paling dicintai Allah. Sekiranya bukan karena saya diusir maka saya tidak akan pernah meninggalkan kota ini.” Imam at-Tirmidzi menyatakan hadits tersebut hasan shahih.

Dalam riwayat lain, Tanah Haram Makkah disebut Umm al-Qura sebab ia menjadi induk bagi seluruh wilayah di dunia ini. Makkah menjadi pusat kota yang setiap tahunnya didatangi oleh jutaan manusia dari seluruh penjuru dunia. Bahkan ada pula yang menyebutnya sebagai kota tertua di dunia.

4. AL-BALAD AL-AMIN 

Firman Allah SWT:


Wa hazal BALADIL AMIN

“Dan demi kota (Makkah) ini yang aman.” (QS: AT-TIN [95]: 3)

Ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu Abbas berkata, al-balad al-amin adalah kota Makkah. Secara tersurat Allah SWT bersumpah dengan menggelari kota Makkah sebagai kota aman. Selain menunjukkan kemuliaan kota Makkah, hal ini sekaligus garansi langsung dari Allah SWT menjadikan Makkah sebagai kota aman. Sebuah garansi kepada siapa saja yang memasukinya baik sebagai penduduknya ataupun pendatang di sana niscaya merasakan keamanan yang merata.

Keamanan tersebut mencakup keamanan seluruh makhluk hidup dan benda mati. Kota Makkah sebagai Tanah Haram melarang adanya peperangan dan saling membunuh sesama manusia. Di sana juga berlaku larangan berburu binatang dan memotong pohon bahkan duri tumbuh-tumbuhan. Termasuk di dalamnya larangan mengambil luqathah (barang temuan yang bukan sebagai miliknya).

5. AL-BALAD AL AMININ

Firman Allah SWT:


Wa iz kala ibrahimu rabbij’al haza BALADAN AMINAN warzuk ahlahu minas samarati man amana minhum billahi wal yawmil ahir(ahiri), kala wa man kafara fa umattiuhu kalilan summa adtarruhu ila azabin nar(nari), wa bi’sal masir(masiru).

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali“. [QS. AL BAQARAH 2:126]

Sahabat Abdullah bin Abbas menceritakan, suatu hari Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda ketika Futuh Makkah (penaklukan Makkah), “Sesungguhnya negeri ini telah diharamkan oleh Allah sejak hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah Tanah Haram dengan kehormatan Allah hingga hari Kiamat. Tidak boleh memotong sepotong duri (pohon), tidak boleh memburu binatang, tidak boleh mengambil (luqathah) barang temuan kecuali ia hendak mengumumkannya, dan tidak boleh dicabut rerumputannya.” [HR: Muslim]

Dalam hadits yang lain, Tanah Haram Makkah juga aman dan terbebas dari kedatangan Dajjal menjelang Hari Kiamat nanti. Anas bin Malik meriwayatkan, Nabi SAW bersabda: “Tidak ada satupun negeri atau kota yang nantinya tidak dimasuki oleh Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Setiap jalan masuk kedua kota tersebut dijaga oleh para malaikat yang berbaris-baris. Kemudian Madinah akan mengguncang penghuninya sebanyak tiga kali guncangan, sehingga semua orang munafik dan kafir keluar dari wilayah itu.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

6. AL-BALDAH

Allah SWT berfirman:


Innama umirtu an a’buda rabba hazihil BALDAtillazi harramaha wa lahu kullu say’in wa umırtu an akuna minal muslimin (muslimina). 

“Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Makkah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS: AN-NAML [27]: 91).

Al-Baldah adalah nama lain dari kota Makkah. Dalam ayat ini Nabi SAW menyatakan jika Makkah adalah daerah yang telah disucikan langsung oleh Allah SWT. Hal ini juga sebagai bentuk pengabulan doa Nabi Ibrahim AS yang secara khusus pernah mendoakan kota Makkah tersebut.
Nabi Ibrahim AS berdoa:


Wa iz kala ibrahimu rabbij’al hazal balada aminan wajnubni wa baniyya an na’budal asnam(asnama)

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS: IBRAHIM [14]: 35)

Alhasil dengan doa dari Ibrahim Sang Khalilullah (kekasih Allah), kota Makkah menjadi aman dan suci. Untuk menjaga kesucian tersebut selain tidak boleh ada pertumpahan darah dan saling mendzhalimi.

7. BAITULLAH

Allah SWT berfirman,


Wa iz bawwa’na li ibrahima makanal BAYTI an la tusrik bi say’an wa tahhir baytiya lit taifina wal kaimina war rukkais sujud(sujudi)

“(ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf…” (QS: AL HAJ[22]: 26)

Sebagian ahli tafsir menjelaskan bahwa Baitullah adalah Mekkah (Makkah fil Qur’an wa as-Sunnah, Hal. 6). Di Makkah berlaku pula aturan tidak boleh seorangpun memasuki kota Makkah kecuali ia seorang Muslim. Orang-orang kafir non Muslim dilarang memasuki wilayah kota Makkah.

Firman Allah SWT:


Ya ayyuhallazina amanu innamal musrikuna najasun fa la yakrabul masjidal harama ba’da amihim haza wa in hıftum aylatan fa sawfa yugnikumullahu min fadlihi in saa, innallaha alimun hakim (hakimun)

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS:AT-TAUBAH [9]: 28)

8. HARAMAN AAMIN

Allah SWT berfirman


Wa kalu in nattabiıl huda maaka nutahattaf min ardına, a wa lam numakkin lahum HARAMAN AMINAN yujba ilayhi samaratu kulli say’in rızkan min ladunna wa lakinna aksarahum la ya’lamun(ya’lamuna).

Dan mereka berkata: “Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami“. Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. [QS. AL QASHASH 28:57]

Julukan lainnya yang diberikan kepada Kota Makkah adalah Haramun Aamin atau kota suci yang aman Ia juga diberi nama Kota Haram (suci), karena di sini terdapat tapal batas yang melingkari Makkah. Dengan pembatas ini, orang kafir tidak diperkenankan memasuki kawasan Tanah Haram ini.

Sumber:
  • Nama Lain Kota Makkah Sesuai Al-Quran dan Hadits. hidayatullah.com
  • Makkah, Kota Berbagai Julukan, republika.co.id
  • Inilah 7 Nama Kota Makkah dalam Alquran, republika.co.id

Tagged as

About the Author

Nur Anisah Majid S.H., M.Si
Kantor Perwakilan Arminareka Perdana. Jl. Semolowaru Elok AL 2 Surabaya. Telp: SIMPATI: 081-332-99-88-66 (WA), XL: 0878-5180-3366, INDOSAT: 08585-268-5353, PIN BB: NurAnisa, Email: arminarekacabang@gmail.com !

Related Posts

0 komentar