Kamis, 24 Desember 2015

Ziarah Ke Rumah Kelahiran Rasulullah SAW (Maktabah Makkah al-Mukarramah)

http://www.caramudahkebaitullah.com/2012/11/formulir-pendaftaran-online-arminareka.html

Mengutip pendapatnya Caussin de Percevel dalam Essay sur l’Histoire des Arabes, Husein Haykal menyatakan, Nabi Muhammad SAW dilahirkan di Kota Makkah pada 12 Rabi'ul Awwal Tahun Gajah (bulan Agustus 570 M). Kalangan Muslim di seluruh dunia, umumnya mengambil pandangan Ibnu Hasyim, Ibnu Ishaq, Ibnu Abbas, dan Caussin tersebut.

Seluruh umat Islam juga percaya bahwa Rasulullah SAW dilahirkan di rumah kakeknya yang bernama Abdul Muthalib. Kini, kaum Muslimin dengan mudah mengenali tempat itu karena diatasnya tertulis Maktabah Makkah al-Mukarramah yang berarti perpustakaan Makkah al-Mukarramah. Rumah yang berukuran sekitar 10 X 18 meter berjarak 150 meter dari Masjid Al-Haram ini tidak dirawat layaknya situs bersejarah yang ada di Indonesia.

Bangunan sebelah kiri dari rumah ini dijadikan gudang untuk menyimpan barang-barang yang tak terpakai. Sementara batas bagian kanan langsung berhadapan dengan tempat pengambilan air zam-zam yang disediakan pemerintah Arab. Sementara bagian belakang rumah ini berbatasan dengan trotoar jalan yang dilalui masyarakat yang akan berjamaah ke Masjidil Haram dan mengambil air zam-zam dari keran yang disediakan.

Suasana ramai ditambah lagi dari desingan alat-alat berat yang sedang membuldoser daerah yang dulunya disebut pasar seng untuk perluasan halaman Masjidil Haram. Akibatnya debu-debu pun sering mewarnai areal ini jika alat-alat berat itu beroperasi

Banyak yang menyatakan kekecewaan bahwa tempat tersebut seharusnya diberi perhatian lebih sebagaimana Rasulullah SAW juga memperhatikan Ka’bah yang kemudian oleh para penerusnya diperbaiki dan disempurnakan guna meningkatkan aqidah dan ketakwaan kepada Allah SWT. Bahkan untuk memasuki tempat itu tidak semudah yang kita duga. Penjaga kerap kali mengingatkan agar setiap pengunjung cukup melihat dari pintu saja. Tak boleh berlama-lama.

Semula, pemerintah Saudi berencana menghancurkan rumah bersejarah itu, namun dibatalkan karena desakan umat Islam dunia. Pemerintah Saudi beralasan, penghancuran bangunan tersebut dengan maksud untuk memperluas Masjid al-Haram. Sementara ulama Wahabi beralasan untuk menghindari pemujaan oleh sebagian umat Islam terhadap tempat tersebut. Tujuan kalangan Wahabi sebenarnya bermaksud menghancurkan tempat tersebut.

Menurut Sirah an-Nabawiyah, tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW itu dulunya dikenal dengan lembah Abu Thalib. Ketika Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah, rumah itu ditempati oleh Aqil bin Abi Thalib, yang kemudian diikuti oleh anak keturunannya. Selanjutnya, rumah itu dibeli oleh Khizran.

Dalam perkembangannya, di lokasi tersebut sempat dibangun sebuah masjid oleh Al-Khaizuran, ibu dari Khalifah Harun al-Rasyid, khalifah kelima Dinasti Abbasiyah yang berpusat di Baghdad. Namun kerena berdekatan dengan Masjidil Haram, masjid itu lalu dihancurkan dan akhirnya dijadikan perpustakaan umum oleh Syaikh Abbas Qatthan, wali kota Makkah pada tahun 1370 H/1950.

Konon, bangunan yang berdiri sekarang ini tetap berdiri karena desakan Wali Kota Makkah, Syekh Abbas Qaththan, yang meminta agar Raja Saudi Arabia, King Abdul Aziz, mengizinkannya untuk membangun perpustakaan di tempat tersebut. Akhirnya terwujudlah bangunan itu.

Disana-sini dilakukan renovasi untuk menjaga bangunan tersebut agar tetap terjaga dan terpelihara. Didalamnya berisi berbagai buku-buku dan literatur sebagai bacaan umat Islam untuk menggali beragam ilmu pengetahuan. Hanya saja, lokasi tersebut sengaja disembunyikan dari perhatian khalayak umum. Ulama wahabi dengan alasan klasiknya agar tidak ada pemujaan terhadap tempat tersebut.

Sungguh sangat memperihatinkan bila melihat kondisi bangunan itu. Dibandingkan dengan sejumlah bangunan yang ada di Makkah lainnya, tempat yang dipercaya sebagai rumah kelahiran nabi akhir zaman itu, sangat sederhana di negeri yang kaya dengan minyak itu.

Sumber:
Melihat Rumah Kelahiran Nabi Muhammad SAW, www.satuislam.org
Menengok Rumah Kelahiran Rasulullah SAW, www.khazanah.republika.co.id

WUJUDKAN NIAT ANDA KE BAITULLAH
BERSAMA PROGRAM SOLUSI ARMINAREKA PERDANA
Cara Mudah & Cepat Menunaikan Ibadah Haji & Umrah Tanpa Kendala Biaya

Segera daftarkan diri anda dan keluarga dengan diawali Dp Umroh Rp 3,500,000. Disetor via Teller/ATM/SMS Banking/Internet Banking ke salah satu rekening bank atas nama : Arminareka Perdana
  • BCA : 7510172820
  • Mandiri : 1560001408550
  • BSM : 0690038383
  • BNI: 0147752748
  • BRI : 0528-01-000088-30-3
  • MUAMALAT: 3110014597
Konfirmasikan bukti transfer anda via WA/BBM/Telegram ke Ibu Nur Anisah, S.H., M.Si, HP: 081 332998866 (WA), 08585 268 5353, 0878 5180 3366, Pin BB: 54F183BD atau email ke arminarekacabang@gmail.com (Up. Nur Anisah)

Pelunasannya bisa dengan 3 cara (pilih sesuai kemampuan) yaitu
  1. TUNAI, bagi jamaah yang sudah siap dana
  2. NABUNG, minimal Rp 500.000
  3. GRATIS, dengan menjalankan pogram solusi dimana anda ikut aktif bersyiar mensosialisaikan program haji umroh Arminareka Perdana, maka anda akan mendapatkan Bagi Hasil Syariah untuk melunasi umroh anda
    http://www.caramudahkebaitullah.com/2012/11/formulir-pendaftaran-online-arminareka.html

    Keterangan: Bagi Hasil sudah bisa diterima meski jamaah yang diajak baru setor Dp Umroh / Dp Haji Plus.

    Percayakan Ibadah Umroh anda & keluarga bersama Arminareka Perdana. Salam Baitullah. Allahu Akbar. 

    KANTOR PERWAKILAN 
    PT ARMINAREKA PERDANA
    Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
    Izin Umroh D/78 th 2015 & Izin Haji Plus D/136 th 2015
    Divisi Marketing Lima Utama Sukses
    Jl. Semolowaru Elok AL 2 Surabaya
    081332998866, 08585 268 5353, 0878 5180 3366
    PINBB 54F183BD
    Email: arminarekacabang@gmail.com

    KANTOR PUSAT 
    PT ARMINAREKA PERDANA
    Gedung Menara Salemba Lt.5
    Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
    Telp: 021.3984 2982, 3984 2964, Fax : 021.3984 2985

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar