Jawapos, Kamis 27 Juni 2013, Hal 1 - Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tidak hanya membutuhkan biaya besar, namun juga kesabaran jauh lebih besar. Belum tuntas mengatasi masalah pemotongan jatah hingga 20 persen, kabar lebih buruk datang lagi dari Arab Saudi kemarin (26 Juni 2013)

Kerajaan Arab Saudi akhirnya memastikan bahwa renovasi Masjidil Haram berjalan secara besar-besaran hingga 2016. Akibatnya, pemangkasan kuota haji sebesar 20 persen kepada semua negara yang mengirim calon jamaah haji (CJH), termasuk Indonesia, juga diterapkan hingga 2016. Keputusan itu tentu saja membuat masa tunggu CJH, yang kini sudah mencapai tujuh tahun akan semakin lama

Perkembangan masa renovasi Masjidil Haram tersebut dipaparkan Wakil Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi Hatim bin Hasan Qadi setelah menemui rombongan Menteri Agama Suryadharma Ali di Makkah. Hatim mengatakan konsekuensi pemotongan kuota itu tidak bisa dihindari hingga renovasi rampung. "Tetapi setelah selesai renovasi Masjidil Haram, situasi kembali normal, bahkan kapasitas lebih luas," katanya dalam laporan tim Kemenag yang ikut rombongan. Meskipun begitu, belum ada gambaran baru CJH untuk 2017.

Selain memaparkan urusan program renovasi tadi, Hatim menyatakan, usul dispensasi pemangkasan kuota haji Indonesia dari 20 persen menjadi 10 persen resmi ditolak. Sementara itu, untuk kompensasi kerugian pemerintah Indonesia sebesar Rp 800 miliar akibat pemangkasan kuota tersebut, Kerajaan Arab Saudi belum menentukan sikap, "Masih harus kami bicarakan diinternal pemerintah (Arab Saudi) dulu," kata dia

Menag Suryadharma mengatakan, pemerintah Indonesia saat ini tidak terlalu mengharapkan kuota tadi," Sebab sikap Arab Saudi sudah tegas," ujarnya. Sebagai gantinya jelas dia, pemerintah mendesak pihak Saudi memberikan kompensasi kerugian Indonesia. "Potensial loss muncul mulai sewa pemondokan, tiket penerbangan, katering dan sebagainya,"ujar dia

Selanjutnya, menteri yang akrab disapa SDA itu juga meminta penambahan kuota haji yang sangat besar untuk musim haji 2017. Sementara ini pemerintah meminta kuota haji Indonesia periode 2017 naik dari 221.000 jamaah menjadi 370.000 jamaah atau meningkat 160 persen. Penambahan kuota itu dipakai untuk mengganti memberangkatkan CJH yang terpangkas periode 2013 sampai 2016

Sekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI) Artha Hanif yang ikut ke Saudi memberikan masukan kepada pemerintah. Dia mengatakan, dengan posisi pengurangan kuota hingga 2016, sebaiknya pemerintah untuk sementara menutup pendaftaran haji. "Kalau tidak direm sementara, antrean tambah panjang dan merugikan jamaah haji," tuturnya

Artha menerangkan, Kemenag memiliki otoritas untuk menghentikan pendaftaran CJH. Seandainya keputusan itu dijalankan, masyarakat tidak akan melakukan komplain karena memang kondisi Masjidil Haram tidak memungkinkan saat ini

Menanggapi permintaan pemerintah Indonesia, Menteri Penerangan Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz bin Muhiddin Khoja menegaskan janjinya untuk menambah kuota haji Indonesia. Penambahan itu baru akan terwujud pada 2017, setelah perluasan Masjidil Haram tuntas. Pemerintah Indonesia bisa melihat sendiri bagaimana perluasan Masjidil Haram berlangsung yang mengakibatkan jumlah jamaah tawaf lebih sedikit," tutur Aziz

Secara normal, Aziz menjelaskan, jumlah jamaah yang tawaf bisa mencapai 48.000 per jam untuk di lantai 1 Masjidil Haram. Namun, proyek yang memakan tempat di sisi utara, barat laut dan timur laut Kakbah itu membuat lintasan tawaf sempit

Saat ini jamaah tawaf per jam hanya 22.000 orang. Bila proyek renovasi selesai pada 2017, Aziz berjanji jamaah yang tawaf di lantai 1 saja bisa 105.000 orang. Saat itu baru kami penuhi (penambahan) kuota kuota haji yang telah dipotong sebelumnya," ujar Aziz

Sementara itu, anggota Komisi VIII (Bidang Keagamaan) DPR Raihan Iskandar mengatakan, jamaah haji yang menjadi korban pemangkasan kuota tidak perlu gelisah. Sebab, jika dipaksakan berangkat, mereka justru bisa menuai dampak negatif. Khususnya calon jamaah yang menggunakan kursi roda atau tongkat alat bantu berjalan." tuturnya.



PT ARMINAREKA PERDANA SURABAYA
Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990
Izin Umroh D/146 th 2012 & Izin Haji Plus D/230 th 2012
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345

KANTOR PUSAT
PT ARMINAREKA PERDANA
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp : 021.3984 2982 , 3984 2964
Fax : 021.3984 2985   

About the Author

Nur Anisah Majid S.H., M.Si
Kantor Perwakilan Arminareka Perdana. Jl. Semolowaru Elok AL 2 Surabaya. Telp: SIMPATI: 081-332-99-88-66 (WA), XL: 0878-5180-3366, INDOSAT: 08585-268-5353, PIN BB: NurAnisa, Email: arminarekacabang@gmail.com !

Related Posts

0 komentar