Jawapos, Metropolis,  Selasa, 2 Oktober 2012, Hal 25, Surabaya – Kondisi kesehatan beresiko tinggi bukanlah hambatan Moch. Machfud untuk menjalankan ibadah hajiCalon Jamaah Haji (CJH) asal Sampang itu menderita gagal ginjal. Dia harus membawa 162 kantong cairan sebagai terapi untuk penyakitnya tersebut

Machfud yang berangkat bersama istrinya, Husaimah tiba di Asrama Haji Sukolilo 1 Oktober 2012 pukul 11.00. Berbeda dengan CJH lain, barang bawaan Machfud tidak hanya satu tas koper. Melainkan 27 kardus berlabel khusus. Setiap kardus berisi enam kantong dialysate fluid (cairan untuk cuci perut)

Itu anjuran dokter, saya harus membawa selama di sana,” kata CJH kloter 29 itu. Dia menderita gagal ginjal sejak Desember tahun lalu. Agar bisa beraktivitas, Machfud memutuskan untuk melakukan perawatan mandiri. Yakni, menggunakan dialysate fluid untuk cuci perut. “Setiap hari, saya menghabisi 4 kantong cairan,”tuturnya

Machfud yakin, kondisinya cukup bagus untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci. Apalagi dia sudah sangu cairan tersebut. Dia pun punya pengalaman menunaikan ibadah haji pada 2001. Hanya, saat itu kondisi Machfud masih sehat.

Machfud juga mengatakan, jika tidak cuci perut, dirinya harus cuci darah seminggu dua kali. Namun, atas pertimbangan dokter dari RSUD dr Soetomocuci darah itu diganti dengan sistem peritoneal dialysis. Yakni, mencuci bagian perut dengan cairan yang dibawanya.

Cairan tersebut di dapat Machfud secara gratis. Dia memanfaatkan asuransi kesehatan yang dimilikinya selama menjadi kepala salah satu SD di Sampang. Jadi, tidak ada beban bagi Machfud ketika harus membawa ratusan cairan itu.

Sistem kerjanya hamper sama dengan cuci darah. Ada dua kantong yang dipersiapkan. Semua masuk melalui siang yang sudah dipasang permanen di perut Machfud. Kantong pertama mengisi cairan dan kantong selanjutnya sebagai tempat pembuangan. “Selama penggantian, saya harus diam. Tidak boleh banyak bergerak,”jelasnya

Penggantian cairan itu berlangsung sekitar 30 menit. Penggunaannya diatur pada pukul 05.00, 12.00, 16.00 dan 21.00. Saat pergantian berlangsung, Machfud biasa memanfaatkannya untuk membaca Al Quran atau sesekali sambil tiduran. Saat penggantian itu, dia sering dibantu sang istri. “Tapi, kalau tidak ada istri, saya bisa melakukan sendiri, “ujarnya

Dia bersama rombongan dijadwalkan berangkat Selasa 2 Oktober 2012 pukul 15.00 dengan nomor penerbangan SV 5209. Meski membawa banyak obat obatan dan cairan, petugas tidak mempermasalahkannya. Sebab, setiap kardus disertai dokumen lengkap. Selain itu, ada rekomendasi dari RSUD dr. Soetomo.

Wakil Sekretaris I Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Sutarno menyatakan, Machfud tergolong CJH beresiko tinggi. Ada kelonggaran yang diberikan untuknya. “Salah satunya, membawa obat sesuai dengan keperluannya,”jelasnya

Berbeda dengan CJH lain. Tanpa ada rekomendasi, mereka membawa ribuan obat dan jamu. Hal itu bertentangan dengan aturan yang sudah disepakati. “Makanya, kami sita,”ungkap Sutarno

Memang bersamaan dengan Machfud, petugas menemukan ribuan pil KB. Pil tersebut berada di tas Zubaidah, CJH asal Sampang yang masuk kloter 30. Selain pil, ditemukan puluhan jamu yang diduga akan dijual di Tanah Suci

Ketika ditanya petugas, Zubaidah berdalih tak tahu. Dia mengatakan bahwa bungkusan itu titipan tetangga yang akan diambil saudaranya di Makkah. Petugas menyita lebih dari 3 bungkus. Setiap bungkusnya berisi lebih dari seribu butir pil KB. “Kalau tahu pil, sejak awal saya tidak mau membawanya,”cetusnya

Disisi lain, nasib Bukhari pembawa buku nikah palsu, hingga saat ini belum jelas. Petugas masih menunggu kepastian dari pihak kepolisian. “jika polisi mengizinkan, Bukhari bersama istri dipersilahkan beribadah dulu. Kasusnya akan ditindaklanjuti sepulang dari Tanah Suci, “ kata Sutarno

Cara Mudah & Cepat Menunaikan Ibadah Haji dan Umrah Tanpa Kendala Biaya


Penyelenggara Perjalanan Umroh & Haji Plus sejak 1990 
Izin Umroh D/142 th 2009 & Izin Haji Plus D/80 th 2009 
Kantor Perwakilan Surabaya - Jawa Timur 
Divisi Marketing Lima Utama Sukses
Konsorsium Juanda Surabaya 
Jl. Semolowaru Elok AL 2
031-7111 3345

Kantor Pusat 
PT ARMINAREKA PERDANA 
Gedung Menara Salemba Lt.V
Jl.Salemba Raya No.05 Jakarta Pusat 10440
Telp : 021.3984 2982 , 3984 2964
Fax : 021.3984 2985

About the Author

Nur Anisah Majid S.H., M.Si
Kantor Perwakilan Arminareka Perdana. Jl. Semolowaru Elok AL 2 Surabaya. Telp: SIMPATI: 081-332-99-88-66 (WA), XL: 0878-5180-3366, INDOSAT: 08585-268-5353, PIN BB: NurAnisa, Email: arminarekacabang@gmail.com !

Related Posts

0 komentar