Sabtu, 12 Januari 2013

Penerbangan Lion Air ke Madinah Ditutup



LION AIR DILARANG
MENDARAT DI MADINAH

suarasurabaya.net. 6 Januari 2013. Lion Air mengaku akan bertanggungjawab dengan mengantarkan seluruh jamaah umroh yang diberangkatkan Andalus Tour and Travel hingga ke Madinah.

Edward Sirait, Direktur Umum Lion Air, kepada Suara Surabaya, Minggu (6/1/2013), mengatakan pertanggungjawaban ini dengan menyediakan bus untuk mengangkut sebanyak 502 jamaah umroh dari Jeddah ke Madinah.

"Kita pasti tanggung jawab, kita sudah siapkan transportasinya di sana, artinya bukan kita inapkan di Jeddah, tapi setiba di Jeddah kita langsung berangkatkan mereka ke Madinah," kata Edward.

Menurut Edward, Lion Air sebenarnya memiliki izin untuk terbang dari Surabaya ke Madinah. Hanya sejak empat hari yang lalu, tiba-tiba otoritas bandara Madinah menutup pendaratan ke Madinah dengan alasan yang tidak jelas.

Pihak Lion Air sendiri, kata Edward, saat ini juga masih dalam klarifikasi ke otoritas pelabuhan Madinah, penyebab penutupan izin mendarat ke Madinah. Apakah penutupan ini karena Bandaranya yang ditutup, ataukah seluruh penerbangan dari Indonesia yang ditutup ataukah hanya Lion Air saja yang dilarang ke Madinah.

Yang pasti, Edward mengatakan hingga saat ini bandara Madinah masih melayani rute domestik. "Tapi saya tidak tahu ini yang ditutup yang mana kita masih klarifikasi dan belum dapat jawaban," kata dia.

Padahal, kata Edward, Lion Air selama ini selalu bisa melayani rute Surabaya-Madinah khusus untuk penerbangan hari Sabtu dan Minggu.

Lion Air, saat ini juga masih bisa untuk mendarat di Jeddah. Artinya antara Lion Air dan Arab Saudi sebenarnya tidak ada masalah.

Menurut Edward, sejak adanya larangan empat hari yang lalu, Lion Air sebenarnya telah memberitahukan kepada PT Andalus Tour and Travel dan telah berjanji akan menyediakan angkutan bus dari Jeddah ke Madinah.

Selain itu, Lion Air juga akan menghitung ulang biaya seluruh jamaah Andalus Tour and Travel. "Nanti akan ada re-kalkulasi, tapi saya belum tahu yang pasti memang ada perubahan biaya," kata dia.

Sekadar diketahui, sebanyak 502 jamaah umroh dari Andalus Tour and Travel sempat memprotes jadwal penerbangan mereka yang harusnya dari Surabaya ke Madinah tiba-tiba diubah dari Surabaya ke Jeddah.

Padahal, mereka mengaku sengaja memilih Andalus Tour and Travel karena adanya promosi penerbangan dari Surabaya-Madinah. Meski protes, namun mereka terpaksa tidak bisa berbuat banyak dan tetap bersedia untuk terbang ke Jeddah pada penerbangan Minggu (6/1/2013) siang. (fik)

502 Jamaah Umroh Yang Terlantar di Juanda Akhirnya Berangkat

Sebanyak 502 jamaah umroh dari PT Andalus Tour and Travel yang sempat tertunda keberangkatannya akhirnya tetap akan diberangkatkan dari Juanda.

Hanya tujuanya tetap akan dipindahkan dari Madinah ke Jeddah. "Yang penting ini teratasi dulu. Ini sudah mau persiapan diberangkatkan dari Juanda nanti ke Jeddah tidak ke Madinah," kata Maliki, Direktur Operasional PT Andalus Tour and Travel, kepada suarasurabaya.net, Minggu (6/1/2013).

Awalnya, para jamaah ini sebenarnya akan berangkat dengan menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 1110 dengan jadwal berangkat pukul 08.00 pagi. Sayang pada saat boarding, ternyata rutenya dirubah dari Surabaya-Madinah menjadi Surabaya-Jeddah.

Akibat perubahan ini, seluruh jamaah PT Andalus Taour and Travel sempat melayangkan protes hingga jadwal penerbangan molor.

Ramli, Owner PT Andalus Tour and Travel mengatakan, pengalihan rute dilakukan Lion Air tanpa adanya pemberitahuan sejak awal. "Padahal sejak awal kita berangkat dari Surabaya langsung ke Madinah dan print outnya Surabaya-Madinah," kata Ramli.

Sementara itu, akibat perubahan rute, para jamaah dipastikan akan mengalami kerugian minimal kerugian waktu. Apalagi, dengan pengalihan rute ini, para jamaah dipaksa harus turun di Jeddah, padahal perjalanan dari Jeddah ke Madinah memakan waktu sekitar 4 jam.

"Kita juga masih membicarakan dengan Lion Air terkait biaya perjalanan dari Jeddah ke Madinah nanti bagaimana," kata Maliki.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Lion Air, beberapa kali dihubungi Deputi Manager Lion Air tak pernah mengangkat telepon maupun membalas pesan pendek. (fik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar