Selasa, 19 Desember 2017

Kisah Guru Tunanetra yang Diberangkatkan Umroh oleh Zulkifli Hasan


Tanjung Pinang - Bertepatan dengan peringatan hari guru nasional dan di sela-sela kunjungan kerjanya di Tanjung Pinang, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan bekesempatan untuk bertemu dengan Zulfahmi, guru tunanetra pada Sabtu (25/11).

Fahmi, panggilan dari Zulfahmi, adalah guru komputer di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Tanjung Pinang. Keterbatan fisik tidak menghalangi semangatnya untuk mengabdi dan berbagi ilmu.

Baginya, memang tidak mudah bersaing dengan orang normal. Bahkan ia mengaku kerap mendapat penolakan karena kondisinya. Namun itu justru menjadi motivasi untuk terus bekerja dan berkarya.

Ia percaya bahwa kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas adalah kunci untuk bertahan hidup. "Sesuatu akan terwujud karena kerja keras, otak yang cerdas, serta ikhlas dan memohon pada Allah SWT," kata Fahmi

Ketekunan dan kegigihan, dan semangat pantang menyerah berhasil mengantarnya menjadi juara kelas, lulus kuliah pada 2005, dan diterima menjadi pegawai negeri sipil (PNS) Kepulauan Riau. "Alhamdulillah diterima 24 orang dari 700 pendaftar saat itu," ungkap Fahmi.

Kebutaan dari pria kelahiran 15 November 1975 ini bukan bawaan sejak lahir. Sakit dan kecelakaan merenggut penglihatannya di usia 11 tahun. Meski tidak bisa melihat, Fahmi piawai mengoperasikan komputer dan menggunakan handphone.

Fahmi berpesan kepada orangtua yang memiliki anak tunanetra untuk tidak berkecil hati. Menurutnya mereka punya berjuta kelebihan layaknya anak normal.

Pesan, semangat, dan kerja keras Fahmi menginspirasi Zulkifli Hasan. Baginya Fahmi adalah teladan untuk tidak mudah menyerah.

Sebagai bentuk apresiasi, Zulkifli menghadiahi Fahmi umroh. "Selamat hari guru, selamat bekerja untuk Pak Zulfahmi. Kita berikan hadiah umroh kepada Pak Zulfahmi," katanya.

Fahmi sangat bersyukur atas hadiah dari Ketua MPR. Ia juga mendoakan agar Zulkifli mendapat rezeki serta bangsa dan negara ini tetap jaya.

"Puji syukur kepada Allah yang menerangkan hati Pak Zulkifli Hasan untuk mengumrohkan saya. Mudah-mudahan bangsa dan negara ini tetap jaya," tutup Fahmi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar