Minggu, 16 November 2025

Menabung 9 Tahun, Sukarni Nenek 99 Tahun Akhirnya Bisa Pergi Haji Bersama Anaknya

http://arminarekajatim.blogspot.com/2014/09/menabung-9-tahun-sukarni-nenek-99-tahun.html

Penantian panjang Sukarni, Seorang nenek berusia 99 tahun asal Desa Pondok Wuluh Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo menjadi calon jamaah haji tertua asal Probolinggo. Sukarni (99) mengaku keberangkatannya ini karena selama 9 tahun rajin menabung hasil bertani bersama Sutikno (52), anak bungsunya.

Kesempatan berangkat ke tanah suci ini didapat nenek dengan 89 cucu dan cicit ini masuk dalam Kloter-47 Embarkasi Surabaya yang rencananya akan diberangkatkan pada 20 September mendatang ini setelah menunggu selama 7 tahun. Sejak mendaftar tahun 2007 silam, akhirnya dirinya mendapat kuota tahun ini dan berangkat dari Bandara Juanda Surabaya.

Sebagai perempuan yang sudah memasuki usia senja, tidak banyak aktifitas yang ia lakoni. Setiap hari ia hanya menyiram halaman rumah serta menjaga cucunya. Meski kini melewati 99 tahun, tak menyurutkan semangat Sukarni, untuk menunaikan ibadah haji. Sukarni mengaku ingin sekali berangkat ke tanah suci sesuai pesan mendiang suaminya, Supatmo. Beruntung dibantu anak-anaknya, dirinya menabung dan akhirnya bisa berangkat.

Dengan logat Madura kental, Sukarni berkisah bahwa sebelum suami, Supatmo, meninggal dunia pada 2006 lalu, sempat berpesan padanya untuk menunaikan ibadah haji.

Sejak mendapat pesan itu, ia mengaku bingung karena selain tidak punya uang, mereka hanya mengantungkan hidup pada putra ketiganya, Sutikno. “Anak-anak saya yang lain tidak ada, semuanya sudah kerja di luar negeri tapi tidak mengirim uang,” katanya, Senin (8/9/2014).

Karena sudah menjadi permintaan terakhir suaminya, Sukarni nekat menyampaikan keinginanya kepada Sutikno. Mendengar permintaan sang ibu, Sutikno langsung mengajaknya ke salah satu bank penerima setoran awal haji. Saat itu setoran awal untuk mendapat porsi sebesar Rp 20 juta. Selain mendaftarkan ibunya, Sutikno juga ikut mendaftar.

“Syukur keinginan dan nadar sang bapak bisa dipenuhinya,” jelasnya sambil meneteskan air mata.

Setelah melunasi setoran awal, dan menyelesaikan seluruh proses administrasi pendaftaran di Kantor Kementerian Agama dan diberitahu akan berangkat tahun 2014

Sukarni pun sadar bahwa usianya pun sudah tidak muda lagi, nyawanya pun sewaktu-waktu bisa dijabut. Setelah lama menunggu dan kini tinggal beberapa hari, persiapan khusus yang ia lakukan  adalah mengurangi kegiatan fisik, seperti menyiram halaman. “Jika sebelumnya pagi dan sore, sekarang pagi saja,” katanya.

Ia sangat berharap sesampainya di Makah nanti bisa melihat Ka’bah dengan jelas. Hal itu yang ia impikan selain mendapatkan haji yang mambrur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar